Senin, 08 Juni 2009

ulus dan Joko, Dua Warga Grobogan yang Berobsesi Jadi Produser Acara

Latihan Berhari-hari, Tayangannya Hanya Satu Jam

Sejak beberapa waktu lalu, TVRI punya program acara 'Gong Campursari Campur Tokoh'. Siap sangka, jika dalam acara ini orang Grobogan yang terlibat di dalamnya. Siapa dia?

BEBERAPA hari lalu, Radar Kudus baru saja pulang dari Jakarta. Saat berada di Ibukota, koran ini sempat bertemu dengan Lulus Catur Lukito, warga Desa Krangganharjo, Kecamatan Toroh. Pria 32 tahun ini sebelumnya sempat dikenal sebagai pemain sinetron kisah perjalanan grup band Dewa dan beberapa sinetron lainnya.

Selain diajak ngobrol berbagai hal, Lulus juga sempat membawa koran ini menuju ke sebuah sanggar kesenian Puspo Budoyo di daerah Sawahlama, Ciputat. Di tempat itu, sudah menunggu rekannya, Joko Haryono yang kebetulan berasal dari satu kampung di Grobogan.

Mereka berdua, ternyata tengah mempersiapkan acara syuting di TVRI yang akan digelar beberapa hari berikutnya. "Keterlibatan saya dalam acara ini masih sebatas jadi pembantu saja. Kami berdua diminta pemilik sanggar ini untuk mempersiapkan pengambilan gambar pada edisi 3 dan 4," kata Joko.

Sekitar pukul 19.30, latihan untuk mengisi acara di TVRI itu dimulai. Setelah mengecek peralatan, Lulus dan Joko lantas memberikan berbagai pengarahan pada pemain musik campursari, penari dan para penyanyi yang bakal tampil dalam acara yang dibintangi pelawak Eko Srimulat itu.

Meski belum berpengalaman banyak untuk memproduksi acara, namun kedua orang itu tak terlihat canggung. Bahkan, sepertinya, mereka bertindak layaknya seorang produser yang cukup professional.

"Kebetulan, mereka yang terlibat dalam acara ini sudah kita kenal semua. Soalnya, kami sering latihan campursari, ketoprak dan musik bersama di sanggar ini," imbuh Lulus.

Dalam latihan itu, banyak sekali terjadi kesalahan. Oleh sebab itu, acara latihan ini butuh waktu lama hingga semua tahapan bisa dilalui dengan sempurna. Menjelang dinihari, latihan itu baru usai.

"Penayangan acara ini paling lama hanya satu jam, saja. Namun, latihannya bisa makan waktu berhari-hari. Konsekuensinya memang seperti ini," ungkap Joko.

Baik Joko maupun Lulus mengaku cukup senang bisa terlibat dalam kegiatan tersebut. Sebab, kedua orang yang bersahabat sejak kecil itu memang punya obsesi suatu hari nanti jadi produser acara.

"Kami berdua merasa berterima kasih sekali bisa diberi kesempatan untuk menimba ilmu dalam bidang ini. Terus terang, kami memang punya obsesi mendirikan rumah produksi jika bekal ilmu dan modal sudah didapat," imbuh Joko.(*)

TVRI bekerjasama dengan Puspo Budoyo dan Mustika Ratu menyajikan Acara Gong Campursari Campurtokoh ('GCC' ) episode 5 yang disiarkan Sabtu malam pkl 22.00 . Acara ini menampilkan lantunan lagu-lagu campursari oleh para penyanyi finalisw puspo budoyo award 2007 dan Bintang Tamu Sissy, Putri Indonesia 2008 yg akan mendendangkan lagu Tegarnya Rossa diiringi oleh campursai Puspo Budoyo.

Di segmen Puspa ragam Budaya menampilkan team kesenian Mustika Ratu dengan Goro-goronya, dilanjutkan wawancara dengan para tokoh yang peduli budaya yaitu Sutiyoso dan diakkiri dengan "Fit & Proper Test' Calon Penyanyi Campursari, semacam lomba untuk mencari bakat penyanyi campursari.

Lenong Centeng Rawa Bambu


Paguyuban Puspo Budoyo kembali melakukan gebrakan dalam bidang kesenian dengan mengadakan pementasan kesenian tradisional, kali ini mengangkat kesenian Betawi yg sudah jarang sekali dijumpai di metropolitan yaitu Lenong Betawi yang berkolaborasi dengan lintas tokoh dengan judul Centeng Rawa Bambu yg disutradarai oleh Agus Linduaji dan diproduseri oleh Joko yg selama ini memang aktif dengan banyak pementasan2 tradisional.

Acara ini diselenggarakan pada hari Jumat ini tgl 6 Februari 2008 di Auditorium pukul 19.00 WIB yg rencananya ditayangkan oleh TVRI setiap malam minggu jam 22.00 WIB. Lenong ini dimeriahkan oleh sejumlah tokoh dan beberapa bintang tamu diiringi oleh musik Gambang Kromong Puspo Budoyo pimpinan Ibu Lies Luluk Sumiarso.

Pementasan yang ke 31 ini sebagai wujud misi dan visi Puspo Budoyo dalam melestarikan dan mengembangkan kesenian tradisional agar tetap ada tidak tergerus / punah oleh arus modernisasi tetap sebagai aset budaya nasional.

GCC episode 6


GCC episode 6 akan ditayangkan di TVRI pada hari Sabtu tgl 24 Januari 2009, mulai pukul 22.00. Acara akan dimeriahkan bintang tamu Sony Josz dan Tokoh Tamu DR Ir Budi Supanji, Dirjen Potensi Pertahanan Departemen Pertahanan yg akan mendemontrasikan keahliannya meniup saxophone berkolaborasi dg musik campursari.
Acara yang dipandu 2 host yaitu Eko DJ dan Ratna Listy berdurasi sekitar 60 menit hasil kerjasama dengan Mustika Ratu. Dibuka oleh satu nyanyian Gelang Kalung dibawakan secara apik oleh salah satu Finalis Puspo Budoyo Award Susan Atmaja dilanjutkan segmen Puspa Ragam Budaya Kolaborasi Musik Multi Etnis Kulintang, Angklung dan Campursari membawakan instrumentalia medley lagu2 daerah Indonesia, oleh Tim Kesenian Luar Negeri Puspo Budoyo pimpinan Hj. Lies Luluk Sumiarso. Disegmen wawancara Tokoh, sebagai nara sumber DR Ir. Supanji ditemani oleh Ibu Lies Luluk Sumiarso akan berdialog tentang pelestarian dan pengembangan budaya dilanjutkan Pak Budi bermain saxophone membawakan lagu Jembatan Merah ciptaan Gesang. Seperti Biasa, disegmen audisi dibuka dg penampilan Sonny Josz dg lagunya Panen Duit diteruskan audisi penyanyi2 campursari dikomentari oleh para juri dan ditutup dg penyerahan hadiah. (Joko, koord. acara)

Gong Campursari