Sejak beberapa waktu lalu, TVRI punya program acara 'Gong Campursari Campur Tokoh'. Siap sangka, jika dalam acara ini orang Grobogan yang terlibat di dalamnya. Siapa dia?
BEBERAPA hari lalu, Radar Kudus baru saja pulang dari Jakarta. Saat berada di Ibukota, koran ini sempat bertemu dengan Lulus Catur Lukito, warga Desa Krangganharjo, Kecamatan Toroh. Pria 32 tahun ini sebelumnya sempat dikenal sebagai pemain sinetron kisah perjalanan grup band Dewa dan beberapa sinetron lainnya.
Selain diajak ngobrol berbagai hal, Lulus juga sempat membawa koran ini menuju ke sebuah sanggar kesenian Puspo Budoyo di daerah Sawahlama, Ciputat. Di tempat itu, sudah menunggu rekannya, Joko Haryono yang kebetulan berasal dari satu kampung di Grobogan.
Mereka berdua, ternyata tengah mempersiapkan acara syuting di TVRI yang akan digelar beberapa hari berikutnya. "Keterlibatan saya dalam acara ini masih sebatas jadi pembantu saja. Kami berdua diminta pemilik sanggar ini untuk mempersiapkan pengambilan gambar pada edisi 3 dan 4," kata Joko.
Sekitar pukul 19.30, latihan untuk mengisi acara di TVRI itu dimulai. Setelah mengecek peralatan, Lulus dan Joko lantas memberikan berbagai pengarahan pada pemain musik campursari, penari dan para penyanyi yang bakal tampil dalam acara yang dibintangi pelawak Eko Srimulat itu.
Meski belum berpengalaman banyak untuk memproduksi acara, namun kedua orang itu tak terlihat canggung. Bahkan, sepertinya, mereka bertindak layaknya seorang produser yang cukup professional.
"Kebetulan, mereka yang terlibat dalam acara ini sudah kita kenal semua. Soalnya, kami sering latihan campursari, ketoprak dan musik bersama di sanggar ini," imbuh Lulus.
Dalam latihan itu, banyak sekali terjadi kesalahan. Oleh sebab itu, acara latihan ini butuh waktu lama hingga semua tahapan bisa dilalui dengan sempurna. Menjelang dinihari, latihan itu baru usai.
"Penayangan acara ini paling lama hanya satu jam, saja. Namun, latihannya bisa makan waktu berhari-hari. Konsekuensinya memang seperti ini," ungkap Joko.
Baik Joko maupun Lulus mengaku cukup senang bisa terlibat dalam kegiatan tersebut. Sebab, kedua orang yang bersahabat sejak kecil itu memang punya obsesi suatu hari nanti jadi produser acara.
"Kami berdua merasa berterima kasih sekali bisa diberi kesempatan untuk menimba ilmu dalam bidang ini. Terus terang, kami memang punya obsesi mendirikan rumah produksi jika bekal ilmu dan modal sudah didapat," imbuh Joko.(*)



